Tujuan-Tujuan Jihad
Tujuan-Tujuan Jihad adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Burhan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 25 Rabiul Awal 1448 H / 7 September 2026 M.
Kajian Tentang Tujuan-Tujuan Jihad
Tujuan berjihad fisabilillah harus lurus. Jihad dilakukan agar kalimat Allah menjadi tinggi, kalimat orang-orang kafir menjadi rendah, Allah semata yang diibadahi di muka bumi, dan manusia didakwahi kepada Islam.
الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ ۖ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا
“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, sedangkan orang-orang kafir berperang di jalan thaghut. Maka perangilah kawan-kawan setan itu. Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.” (QS. An-Nisa [4]: 76)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa orang-orang beriman berperang di jalan Allah, sedangkan orang-orang kafir berperang bukan di jalan Allah.
وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ
“Perangilah mereka sampai tidak ada fitnah lagi dan agama itu semata-mata untuk Allah.” (QS. Al-Anfal [8]: 39)
Semua dalil tersebut menjelaskan tujuan berjihad fisabilillah. Jika seseorang memiliki tujuan yang keliru dalam berjihad, jihadnya sia-sia.
إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
“Jika kalian tidak menolongnya, sesungguhnya Allah telah menolongnya, ketika orang-orang kafir mengusirnya, sedangkan dia adalah salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua. Ketika dia berkata kepada temannya, ‘Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.’ Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepadanya dan membantunya dengan bala tentara yang tidak kalian lihat. Dia menjadikan kalimat orang-orang kafir itu rendah, sedangkan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS. At-Taubah [9]: 40)
Allah menolong Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika kaum musyrikin Makkah mengusir beliau. Saat itu beliau bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq berada di dalam Gua Tsur dalam perjalanan hijrah ke Madinah. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada Abu Bakar, “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” Allah kemudian menurunkan ketenangan kepada beliau dan membantunya dengan bala tentara yang tidak terlihat.
انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Berangkatlah kalian, baik dalam keadaan ringan maupun berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwa kalian di jalan Allah. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui.” (QS. At-Taubah [9]: 41)
Ayat ini berkaitan dengan tujuan agar kalimat Allah menjadi tinggi. Karena itu, kaum Muslimin diperintahkan berangkat berjihad dalam keadaan ringan maupun berat serta berjihad dengan harta dan jiwa di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ketika mengutus pasukan, menasihati mereka agar berperang dengan menyebut nama Allah dan di jalan Allah, serta memerangi orang-orang yang kufur kepada Allah. Nasihat tersebut mengingatkan mereka agar meluruskan niat berjihad karena Allah dan di jalan Allah.
اُغْزُوا بِاسْمِ اللهِ فِي سَبِيلِ اللهِ، قَاتِلُوا مَنْ كَفَرَ بِاللهِ
“Berperanglah dengan menyebut nama Allah, di jalan Allah, dan perangilah orang-orang yang kufur kepada Allah.” (HR. Muslim)
Niat yang Keliru dalam Jihad
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah ditanya tentang seseorang yang berperang agar disebut sebagai pemberani. Niat orang tersebut keliru karena ia berperang supaya dianggap jagoan dan pemberani.
Sebagian orang berperang karena fanatisme golongan. Ia membela kelompoknya dan berperang atas nama solidaritas, bukan karena Allah. Sebagian lainnya berperang karena riya, agar dipuji sebagai mujahid atau ahli perang.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ditanya tentang orang yang berperang karena keberanian, fanatisme golongan, atau riya. Beliau menjawab bahwa orang yang berperang di jalan Allah adalah orang yang berniat meninggikan kalimat Allah.
مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللهِ
“Barang siapa yang berperang dengan niat agar kalimat Allah menjadi tinggi, dialah yang berperang di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Orang yang berperang agar disebut pemberani, karena solidaritas dan fanatisme golongan, atau karena ingin dipuji, memiliki niat yang keliru. Jihad yang benar adalah jihad yang diniatkan semata-mata untuk menegakkan kalimat Allah.
Tujuan Utama Berperang di Jalan Allah
Tujuan yang utama berperang di jalan Allah adalah agar kalimat Allah menjadi tinggi, sedangkan kalimat orang-orang kafir menjadi rendah.
Orang yang berperang karena fanatisme golongan, nasionalisme, keberanian, riya, ingin dipuji, atau ingin didengar, hanya mendapatkan apa yang ia niatkan. Ia tidak memperoleh pahala di sisi Allah.
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Sesungguhnya amalan-amalan itu bergantung pada niat. Sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Lihat juga: Hadits Arbain Ke 1 – Innamal A’malu Binniyat
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
“Padahal mereka hanya diperintah untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” (QS. Al-Bayyinah [98]: 5)
Hijrah seseorang dapat menghasilkan pahala atau tidak, bergantung pada niatnya. Orang yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya memperoleh pahala, sedangkan orang yang berhijrah demi dunia atau untuk menikahi seorang perempuan tidak memperoleh pahala hijrah karena Allah.
مَنْ غَزَا فِي سَبِيلِ اللهِ وَلَمْ يَنِوِ إِلَّا عِقَالًا فَلَهُ مَا نَوَى
“Barang siapa berperang di jalan Allah dan tidak berniat selain mendapatkan seutas tali unta, maka ia mendapatkan apa yang ia niatkan.” (HR. An-Nasa’i dan Ahmad)
Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 yang penuh manfaat ini.
Download MP3 Kajian
Podcast: Play in new window | Download
Mari turut membagikan link download kajian “Tujuan-Tujuan Jihad” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.
Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com
Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :
Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv
Artikel asli: https://www.radiorodja.com/56529-tujuan-tujuan-jihad/